• Post 1
  • Post 2
  • Post 3
  • Post 2
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

PC saat ini permainan dan menghitung-intens aplikasi

Read More

Perkakas Teknisi Elektronik

Sebelum dapat melakukan perbaikan (mereparasi), tentu dibutuhkan peralatan dan bahan-bahan / perkakas / tool yang dapat membantu dalam proses perbaikan tersebut, apa saja yang diperlukan seorang teknisi untuk perbaikan televisi?, disini akan ditunjukkan satu-persatu perkakas yang dibutuhkan, apa fungsinya dan bagaimana cara menggunakannya.

Untuk perkakas-perkakas yang umum dalam penggunaannya tentu saja tidak ditunjukkan dengan mendetail bagaimana menggunakannya, seperti misalnya obeng atau tang yang tentu semuanya paham, pembahasan penggunaan lebih mendetail misalnya pada bagaimana cara menggunakan Multimeter untuk mengukur resistor atau transistor, atau bagaimana cara menggunakan osiloskop dll.

Memang tidak semuanya perkakas yang dibahas disini harus dimiliki oleh teknisi, hanya saja jika ingin mudah dan cepat dalam pelacakan kerusakan dan proses perbaikan maka sebagian besar perkakas-perkakas tersebut harus dimiliki, karena bukankah perkakas-perkakas tersebut dibuat untuk memberikan kemudahan?.
Secara umum, bahwa seorang teknisi hanya membutuhkan - atau wajib memiliki - sekitar 7 perkakas saja untuk dapat membantu dalam perbaikan peralatan elektronik dalam hal ini televisi, perkakas-perkakas tersebut adalah : Obeng Plus, Obeng Minus, Solder, Attraktor (Sedotan timah), Timah, Tang Potong dan Multimeter. Selain ketujuh perkakas tersebut bukan merupakan perkakas utama.

Secara lengkap perkakas yang dapat membantu dalam perbaikan televisi adalah :
Solder /  Desolder
Solder, Timah Solder, Attraktor, Solder Stand, Pasta Solder, Solder Wick
Obeng
Obeng Plus (kembang), Obeng Minus, Obeng Trim, Obeng Mini
Tang
Tang Potong, Tang Cucut, Tang genggam
Alat ukur
Multimeter, Avo meter, Osiloskop, Capasitansi meter, Frekwensi Counter
Hardware
Eeprom Copier, Eeprom programer
Lain-lain
Pinset, Kuas, Cairan pembersih, Kontak Cleaner, Alkohol, Thinner Hi Gloss, Spray, Bor, Cutter, Glue Gun, Degausing coil, Kaca Cermin, Kaca pembesar, Lampu Senter, Injektor Sinyal, Pelacak Sinyal, Pattern Generator, Rejuvinator, Sweep Generator, Generator Marker, IR detector
Read More

Software Buat Para Teknisi Elektronik

Pada saat sekarang teknisi tidak dapat hanya mengandalkan piranti atau perangkat keras saja untuk dapat melakukan perbaikan televisi, tetapi seorang teknisi juga dituntut untuk dapat menggunakan perangkat lunak (software) untuk dapat membantu kemudahan dalam melakukan perbaikan tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung, selain mengingat sebagian besar televisi-televisi yang diproduksi sekarang ini telah menerapkan sistem pengaturan dan atau penyetelan secara digital, proses distribusi baik lembar data komponen (datasheet), skematik maupun service manual tidak lagi menggunakan cara konvensional atau dengan cara dicetak, namun telah menggunakan media digital baik melalui CD, DVD maupun Internet, selain lebih mudah dalam proses pendistribusian juga karena faktor efisiensi.
Disini (secara bertahap) dibahas software-software yang biasa digunakan untuk dapat membantu perbaikan televisi baik secara-langsung maupun tidak langsung, Software-software tersebut antara lain :
Eeprom Programer
SBEP (Dos), HEEP, PoniProg, IC-Prog, UCE, VersaProg, Eeprom, JDM, TopWin, SpiFlash
Converter
HexToBin, BinToHex
Hex Editor
HexEdit, HexWorkshop
Generator
FreqGenerator, MonitorTest
Tester
WinScope, LPTScope, FrequencyCounter
Reader
Acrobat reader, DJVU reader
Compresor Extractor
WinRAR, WinZip
Database
WinsTips, HRTheBook, Daten, HotSpecs
Lain-lain
Dante'sIRM
Read More

Blok TV


System televisi berwarna menggunakan tiga sinyal untuk bekerja secara sempurna, tiga sinyal tersebut adalah :
  • Sinyal pembawa suara (FM)
  • Sinyal pembawa gambar (AM)
  • Sinyal luminan (gelap-terang), sinkronisasi dan sinyal krominan (pembawa warna)
Secara umum sinyal-sinyal tersebut dikenal sebagai Sinyal Audio, Sinyal Video Luminan (gelap-terang) dan sinyal Video Krominan (warna), dan berkat ketiga sinyal tersebut memungkinkan kita dapat melihat gambar berwarna dan mendengar suara.
Ketiga sinyal tersebut diproses oleh rangkaian yang berbeda, dimana masing-masing rangkaian dikelompokkan berdasarkan fungsinya, namun saat ini kebanyakan televisi sudah menggunakan rangkaian-rangkaian yang di kemas dalam sebuah IC / Chip tunggal sehingga hampir tidak dapat di identifikasi lagi mana bagian-bagianya kecuali kita memiliki skematik televisi bersangkutan atau lembar data dari Chip / IC yang digunakan.
Selain memproses ketiga sinyal diatas, pesawat televisi juga memiliki rangkaian-rangkaian defleksi vetikal dan horisontal yang berguna untuk menghasilkan raster pada tabung gambar, dan - meskipun bukan bagian utama dari sebuah pesawat penerima televisi - blok rangkaian kontrol beserta remote-controlnya juga termasuk rangkaian sangat penting pada televisi generasi sekarang.
Disini (secara bertahap) dibahas masing-masing fungsi dari blok-blok pesawat televisi berwarna dimana setiap blok akan dibahas secara mendalam dan detail, selain itu di ahir pembahasan setiap blok akan di tunjukkan gejala yang timbul jika pada blok yang bersangkutan terjadi kerusakan sehingga akan memudahkan dalam proses perbaikan.
Dibawah ini ditunjukkan diagram blok dari pesawat penerima televisi PAL. Untuk menuju ke pembahasan selanjutnya anda bisa meng-klik tepat diatas gambar setiap-bloknya atau gunakan menu disamping atau link dibawah gambar.

Tuner
Penguat RF, Mixer, Osilator Lokal
Rangkaian Suara
Detektor 5.5Mhz, Penguat IF Suara, Detektor FM, Penguat Suara
Rangkaian Gambar
Penguat IF Gambar, Detektor Video, AFT, AGC, Penguat Video, Delay Line
Rangkaian Reproduksi Warna
Penguat Band-Pass, Elemen tunda 1H, Rangkaian Penambah-Pengurang, Rangkaian switching fasa 180, Penguat burs, Oscillator 4.43Mhz, Penguat U-V, Demodulator
Rangkaian Sinkronisasi
Pemisah Pulsa Sinkronisasi, Rangkaian pulsa vertikal, Rangkaian Pulsa Horisontal, Yoke Defleksi
Flyback Transformer
Travo Flyback
Tabung CRT
Tipe Delta, Tipe In-Line, Tipe In-Line Trinitron
Rangkaian Power Supply
Penyearah, Regulator

Read More

Komponen Elektronik

 Komponen elektronik adalah bagian paling kecil dari suatu rangkaian elektronik, atau bisa dikatakan komponen elektronik adalah unsur-unsur yang menyusun rangkaian elektronik. Jika rangkaian-rangkaian elektronik yang memiliki fungsi tertentu dikumpulkan dan membentuk sebuah system elektronik maka system elektronik tersebut disebut dengan pesawat, contoh : Pesawat Televisi yang terbentuk dari kumpulan rangkaian-rangkaian yang memiliki fungsi sebagai Tuner, IF, AGC dll.
Komponen-komponen elektronik yang menyusun pesawat penerima televisi terdapat bermacam-macam dan dari berbagai jenis, disini komponen-komponen tersebut dikelompokkan berdasarkan jenisnya agar mudah dalam penelusuran. Setiap komponen dibahas dan diuraikan secara mendetail, dimana setiap pembahasan meliputi antara lain bagaimana karakteristiknya, apa bahan dasarnya, bagaimana bentuk fisik dan bagaimana gambar skematiknya, bagaimana mencari persamaanya jika tidak ditemukan komponen yang sama dll, selain itu disetiap ahir uraian juga ditunjukkan apa kerusakan yang mungkin dan sering terjadi pada komponen tersebut, sehingga bisa membantu dalam proses perbaikan.

Komponen-komponen yang menyusun pesawat televisi tersebut antara lain :
Komponen Pasif
Resistor, Resistor Variable, Kondensator

Komponen Aktif
Dioda, Transistor, IC

Induktor / Transformator
Induktor, Trafo, Coil, Degausing Coil, Yoke, Flyback Transformator

Display
Seven Segmen, CRT, LCD, Plasma Display

Komponen Khusus
Relay, Opto Coupler, Cristal, Cristal Filter, Saw Filter, Delay Line
Read More

10 Penyebab Gigi Kuning

angan salahkan pasta gigi jika gigi Anda masih saja kuning walaupun Anda tak pernah absen menggosok gigi secara rutin. Adalah 10 hal berikut yang menyebabkan gigi Anda kuning:

1. Teh Herbal
Menjaga kelangsingan tubuh serta kesehatan dengan teh herbal menjadi kebiasaan yang umum akhir-akhir ini. Tubuh terasa lebih bugar, dan lebih langsing. Namun, ternyata teh herbal ini membawa efek samping yang buruk bagi gigi. Mereka yang rutin mengonsumsi teh herbal cenderung memiliki gigi kuning. Menanggapi hal ini, para peneliti Jepang, seperti dilansir Dailymail, menyarankan agar para konsumen teh herbal lebih memilih teh hijau. Kandungan katekin di dalam teh hijau dipercaya dapat menekan bakteri pemroduksi asam di gigi, sehingga gigi kuning lebih mudah dicegah.

2. Obat Mata

Mungkin Anda bingung, apa hubungan obat tetes mata dengan kuningnya gigi. Namun, obat tetes mata ini memang menjadi salah satu penyebab gigi menjadi kuning. Kandungan kimia dalam obat tetes mata menekan produksi saliva. Di mana saliva akan menetralisir asam di dalam mulut. Karena jumlah saliva ini berkurang, secara otomatis asam di dalam mulut akan meningkat. Di sini bakteri akan berkembang biak lebih pesat, sehingga gigi menjadi kuning.

3. Berenang

Hasil studi yang dilakukan terhadap 500 orang perenang menyebutkan bahwa 66% dari perenang mengalami kerusakan pada gigi serta gigi kuning. Hal ini disebabkan karena kandungan klorin yang tinggi di dalam air kolam. Klorin tersebut mempengaruhi pH air yang menyebabkan kandungan asamnya lebih tinggi. Untuk itu, jangan lupa menyikat gigi setelah berenang.

4. Pemutih gigi
Bagaimana bisa pemutih gigi malah membuat gigi menjadi kuning? Well, ternyata cara kerja pemutih gigi ini tidak sesederhana yang kita pikirkan. Kebanyakan, pemutih gigi bekerja dengan mengerosi gigi. Dan seringkali, pemutih gigi yang dikenakan di rumah, tidak bekerja secara maksimal. Bukannya memutihkan, mereka malah mengikis gigi, membuatnya rapuh dan kuning.

5. White Wine
Anda mungkin berpikir bahwa anggur merah justru buruk untuk gigi, karena warna merahnya. Namun ternyata anggur putih justru memberikan efek lebih buruk bagi gigi. “Anggur putih lebih cepat mengikis gigi,” ungkap Dr Paul Ashley, direktur institusi kesehatan gigi, di University College Hospitals.

6. Menyikat gigi setelah makan yang manis

Saking takutnya ada bakteri yang tinggal di gigi, maka Anda akan buru-buru menyikat gigi setelah makan yang manis-manis. Benarkah hal ini? Ternyata justru hal ini salah. Setelah proses pengunyahan, maka mulut cenderung bersifat asam. Saat ini akhirnya gigi menetralisir keadaan mulut dengan mengeluarkan enamel untuk melindungi gigi. Jika Anda terburu-buru menyikat gigi, maka enamel ini akan terbuang sia-sia dan bakteri justru bebas berkembang. Untuk itu sangat disarankan menyikat gigi setidaknya 1 jam setelah makan yang manis-manis.

7. Diabetes
Tak bisa dipungkiri bahwa penyakit yang satu ini memang menyumbangkan efek gigi kuning, rapuh bahkan keropos. Sayangnya, banyak penderita diabetes tidak menyadari bahwa penyakitnya ini juga mempengaruhi keadaan giginya.

8. Rokok
Selain penyakit diabetes, rokok juga membuat gigi menjadi kuning. Kandungan nikotin di dalam rokok menyebabkan ruang mulut menjadi asam, nikotin-nikotin terikat pada elemen gigi dan tinggal pada dinding-dinding gigi. Tak heran jika mereka yang merokok hampir sulit untuk punya gigi putih bersih.

9. Minuman berenergi

Karena dibuat untuk menggantikan energi dan garam yang hilang saat berolahraga, maka minuman berenergi dilengkapi dengan gula dan asam.

Berdasarkan studi yang dilakukan University of Birmingham, ditemukan bahwa minuman berenergi bersifat korosif ketimbang air mineral. Zat kimia yang terkandung dalam minuman berenergi cenderung merusak dan mengikis gigi.

10. Membuka kemasan dengan gigi
Saking kuatnya gigi dan tak ada gunting di sekitar Anda, maka Anda memutuskan membuka kemasan dengan gigi Anda. STOP kebiasaan ini! Tanpa Anda sadari, kebiasaan ini akan membuat gigi lebih mudah rapuh dan lemah. Ketika gigi rapuh, secara otomatis warnanya tidak akan sehat dan cenderung menguning.

sumber: http://woman.kapanlagi.com/
Read More

Astaga, Astagafirullah, atau Astaghfirullah

Astaghfirullah adalah ucapan dizikir mohom ampunan kepada Allah. Astaghfirullah berbeda dengan astaga, karena ketika astaga diucapkan sepertinya tidak bermakna apa-apapun sama sekali tidak ada kaitannya dengan dizikir (mengingat) kepada Allah. Namun ada juga yang mencucapkannya dengan astagafirullah (perpaduan antara astaga dan astaghfirullah).

pernah suatu ketika, astaghfirullah diucapkan oleh seorang teman pada saat "sakaratul maut". Untung ada yang menuntunnya dengan sabar: "Jangan Astagafirullah, cukup astaghfirullah. Yuk, sekali lagi astaghfirullahal'adzim."

Setelah ucapannya benar, Malaikat Maut pun menjemput nyawanya. Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.

Berdzikir dengan bacaan astaghfirullah bertujuan agar kita ingat kepada Allah. Tapi silahkan saja jika mau membacanya dengan astagafirullah, wong tanggung jawabnya masing-masing, kok repot.

"Cuman kalau astaga-nya tak sampai tujuan, ya jangan salahkan saya," kata orang ustadz yang pandai menyentil dengan sindiran atau lelucon kecil dalam salah satu ceramah.
Read More